Langsung ke konten utama

untitled

Bersyukur, hal yang seringkali kita lupakan. Sederhana namun berat rasanya untuk dilakukan. Bersyukur dari mulai hal-hal kecil sampai hal-hal besar. Jujur, kadang seringkali aku aja lupa baca doa bangun tidur  padahal harusnya kan kalo bangun aku juga bersyukur karena Allah masih ngasih aku kesempatan buat hidup lebih lama.

                Gak perlu nunggu buat dapetin sesuatu yang kalian pengen, atau kalian impikan buat bersyukur. Jadilah peka. Lihat dirimu sekarang, lingkunganmu. Bersyukurlah.

                Bersyukur atas apa yang telah kamu capai sekarang meski sedikit. Bersyukur karena masih ayah dan ibu yang dengan setia menemani dan telah berkorban banyak dalam hidupmu. Bersyukur atas teman-teman, dan sahabat yang  berbagi banyak cerita, senyum, dan tawa dalam suka dan duka mu.
                Belakangan ini aku banyak bersyukur. Karena banyak alasan. Dan salah satunya adalah kamu. Bersyukur atas hadirnya dirimu yang membawa  cerita baru bersama angin. Bersyukur atas segala kebaikan, pengertian, dan pengorbananmu  baik waktu maupun tenaga. Bersyukur karena telah menjadi pembaca dan pendengar setiaku.  Bersyukur bisa bertemu dan mengenalmu.  Kamu yang menjadi alasanku untuk terus memperbaiki diri.

                Terimakasih untukmu.  Kuharap kau tidak lelah untuk terus  bersamaku, untuk mendengar semua keluh ku, untuk meredam amarahku, dan untuk menghadapi sifat kekanak-kanakan ku.  Semoga kita bisa terus bersyukur karena ada untuk satu sama lain.

Dan untuk kalian yang membaca ini, semoga kita bisa dan terus bersyukur atas kehidupan ini. Atas apa yang telah Sang Pencipta berikan kepada kita. Apapun  itu J


“Sekarang  cuaca gerimis. Cepat sekali berubah. Kayak Hati. Smoga pengertian, mau saling mengalah, saling menghargai, saling menjaga, komunikasi yang baik, dan tentu saja yang paling penting pemahaman agama yang baik menyertai rasa sayang. Biar abadi sayangnya. Tidak seperti cuaca”

-Tere Liye, novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...

Hati dan kata

Hati, tak seorangngpun mengerti apa yang ada dalam hati orang lain, karena hati tak bisa berkata, bibir yang berkata. Namun tak semua kata yang terucap sejalan dengan hati. Hati dan perasaan tak pernah menipu, perkataanmu lah yang menipu. Kau anggap seseorang dekat denganmu, hanya karena dia banyak berbagi cerita denganmu ? tak bisa. Mungkin lebih banyak lagi cerita yang tak ia ceritakan padamu. Bisa juga kau menganggap ia biasa padahal ia bercerita padamu hal-hal yang tidak ia ceritakan pada orang lain selain dirimu. Hargailah ia. Dia yang telah melimpahkan kepercayaannya padamu seorang.

KADANG ~

Kadang, ingin engkau disini duduk menemani ceritakan kisahmu sehari Kadang, ingin ku iringi kemana engkau pergi agar ku dapat lihat senyummu berseri. Kini kusadari, engkau begitu berarti isi ruang hidupku penuh arti :)