Bersyukur, hal yang seringkali kita lupakan.
Sederhana namun berat rasanya untuk dilakukan. Bersyukur dari mulai hal-hal
kecil sampai hal-hal besar. Jujur, kadang seringkali aku aja lupa baca
doa bangun tidur padahal harusnya kan
kalo bangun aku juga bersyukur karena Allah masih ngasih aku kesempatan buat
hidup lebih lama.
Gak perlu nunggu buat
dapetin sesuatu yang kalian pengen, atau kalian impikan buat bersyukur. Jadilah
peka. Lihat dirimu sekarang, lingkunganmu. Bersyukurlah.
Bersyukur atas apa yang telah
kamu capai sekarang meski sedikit. Bersyukur karena masih ayah dan ibu yang
dengan setia menemani dan telah berkorban banyak dalam hidupmu. Bersyukur atas
teman-teman, dan sahabat yang berbagi
banyak cerita, senyum, dan tawa dalam suka dan duka mu.
Belakangan ini aku banyak
bersyukur. Karena banyak alasan. Dan salah satunya adalah kamu. Bersyukur atas
hadirnya dirimu yang membawa cerita baru
bersama angin. Bersyukur atas segala kebaikan, pengertian, dan pengorbananmu baik waktu maupun tenaga. Bersyukur karena
telah menjadi pembaca dan pendengar setiaku.
Bersyukur bisa bertemu dan mengenalmu.
Kamu yang menjadi alasanku untuk terus memperbaiki diri.
Terimakasih untukmu. Kuharap kau tidak lelah untuk terus bersamaku, untuk mendengar semua keluh ku,
untuk meredam amarahku, dan untuk menghadapi sifat kekanak-kanakan ku. Semoga kita bisa terus bersyukur karena ada
untuk satu sama lain.
Dan
untuk kalian yang membaca ini, semoga kita bisa dan terus bersyukur atas
kehidupan ini. Atas apa yang telah Sang Pencipta berikan kepada kita. Apapun itu J
“Sekarang cuaca gerimis. Cepat sekali berubah. Kayak
Hati. Smoga pengertian, mau saling mengalah, saling menghargai, saling menjaga,
komunikasi yang baik, dan tentu saja yang paling penting pemahaman agama yang
baik menyertai rasa sayang. Biar abadi sayangnya. Tidak seperti cuaca”
-Tere Liye, novel Rembulan
Tenggelam Di Wajahmu
:)
BalasHapus