Langsung ke konten utama

Postingan

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...
Postingan terbaru

Sepucuk Cinta dari Tanah Kelahiran

                 Kesibukan dan aktifitas kerap kali melelahkan dan menyita tenaga. Terdengar sederhana namun bisa berdampak pada kualitas kerja kita, maka dari itu perlu healing dan motivating diri. Membangun mood untuk memulai aktifitas dipagi hari merupakan salah satu cara untuk mendorong diri lebih produktif. Biasanya tiap individu memiliki cara tersendiri untuk membangun mood, bisa dengan mendengarkan musik, menonton video, olahraga, menikmati udara pagi, atau cara lainnya. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah menikmati secangkir teh sebelum beraktifitas. Menurut penelitian, kandungan dalam teh dapat meredakan stress dan meingkatkan fokus otak untuk bekerja. Selain dapat dinikmati pada pagi hari, teh juga sering dinikmati ketika sore menjelang malam untuk memberi efek relaksasi dan ketenangan.           Bagi penduduk Indonesia, teh sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tak lengkap rasan...

Migrasi : Harapan, Kenyataan dan Proses Pendewasaan

  Mengadu nasib, sepasang kata yang seringkali kita dengar dari orang orang yang berpindah dari suatu tempat dengan harapan sebuah hal baik akan datang. Bukan hanya dalam hal materi, fenomena yang kita sering sebut dengan migrasi memiliki nilai ekspektasi yang lebih bagi seorang migran dibanding masyarakat awam. Dalam setiap niat perpindahan terselip doa doa panjang terdalam. Mulai dari pengharapan akan penghasilan yang lebih tinggi, karir yang lebih mumpuni, lingkungan sosial yang lebih baik, hingga ketenangan batin dalam diri bisa menjadi faktor dalam terjadinya migrasi. Pada tahun 2015 berdasarkan data publikasi BPS hasil sensus penduduk 2010 tercatat ada sebanyak 237.637.868 migrasi seumur hidup antar provinsi dikurangi 239 juta yang berasal dari luar negeri, ini baru angka migrasi di dalam indonesia sendiri. Sedangkan di indonesia terdapat setidaknya 718 bahasa daerah, 1.340 suku bangsa (menurut sensus penduduk 2010) dan berbagai adat budaya berbeda. Proses migrasi sendiri t...

MDGs dan SDGs, sebuah proses

       Pernah engga sih kalian mendengar seminar, artikel, atau jurnal yang membahas mengenai SDGs? Sebenernya apasih SDGs itu? Seberapa kenal kalian dengan SDGs ini? Dengan atau tanpa kesadaran kita, beberapa kalangan masih belum mengenal tentang SDGs. SDGs atau yang dalam Bahasa Indonesia kita kenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah suatu rencana aksi global jangka 15 tahun yang disetuji oleh pemimpin-pemimpin dunia guna menciptakan kualitas masyarakat dunia yang lebih maju dan sejahtera. Beruntungnya kita dengan adanya teknologi yang semakin maju dan mumpuni, SDGs lebih mudah kita kenal dan kita "kepoin". Mudahnya akses informasi adalah s alah satu privilege kita sebagai millenials yang seharunya tidak disia-siakan. SDGs disahkan pada 25 September 2015 di Markas besar PBB dan dihadiri oleh 193 kepala negara dari seluruh dunia. Pada saat itu Indonesia diwakili oleh  wakil presiden kita yaitu Bapak Jusuf Kalla. Secara lebih mendalam pada ...

Morning Toast

I'm exist, and still alive Right after you broke me in to two I'd go back Walking down our darkest road Soul burning like your morning toast They told me how life goes But it hit me like a trash Whenever Wherever Sun do shines Moon do blinds Now i'm drowned goodbye

Indecisive Way

Get stucked on my mind Cramped between stay and leaving Between loyalty and betraying Between break and falling Between you and him Messages keep ignoring Calls keep neglecting But feels still remaining And i still waiting -Aleey

Mati Rasa

Lama tak bersua, Nampaknya hatimu sudah melupa, Sedang rasaku masih sama Waktu belum menghendaki kita berjumpa Tapi jangan menyesal ya ? Karena ku akan pergi lama Aku hanya sedang mencoba Seberapa besar inginmu menemui ku Apakah masih dengan rindu yang sama ? Atau bahkan sudah mati rasa ? Sepertinya bertualang bersama raga ku lebih bermakna. Menapak semua bahu jalan yang kita pijak bersama Tempat yang sama waktu yang berbeda Bahagia yang sama Meski semua cerita hanya dalam kenang. Sekarang, mengharap sapamu saja aku sungkan Apalagi ingin bertemu Cuih Siapa aku ? Diluar sana kau dan ribuan manusia lainnnya sudah bergerak Menjalani hidup menghasilkan karya, Aku ? Masih terjebak argumen dengan hati dan otakku Antara maya dan nyata, antara iya dan tidak Tentang semua hal berbau aku, kamu, dan cerita kita. Kali ini aku tak memaksa Setidaknya aku sudah berusaha :) Berkali-kali pertemuan kita, Aku baru menyadari kebodohan...