Apakah kebaikanku membunuh diriku sendiri secara perlahan ? Aku selalu berusaha menghapus banyak air mata milik orang lain, mengembalikan senyum mereka, terus menyemangati mereka agar tak terjatuh, membantu mereka kembali bangkit menyusun langkah, menutup masa masa kelam, melanjutkan kisah yang kuharap tak cepat menemui akhirnya. Bahagia melihatnya, ketika mereka kembali tertawa, mulai bangkit, kembali berkarya. Tak ada lagi air mata yang mengalir di pipinya. Atau gundah dalam pikirnya. Bahkan mereka mulai melampauiku perlahan-lahan. Sedang aku masih berdiri disini. Seutuhnya. Dengan tangan terbuka ketika mereka datang dengan duka, dengan senyum seramah mungkin kala mereka datang dengan keresahan. Kuberikan bahuku untuk bersandar, jangan kau simpan sedihmu dalam diam, bagilah denganku. Kubantu selama aku mampu. Hingga duka, amarah, dan resah mu hilang. Lalu terserah kau kembali pulang atau tetap tinggal. Kebanyakan orang memilih pulang. Tak apa, aku tak keberatan. Tetapi se...
Life is not about finding yourself, but creating yourself