Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Semua Milikku

Apakah kebaikanku membunuh diriku sendiri secara perlahan ? Aku selalu berusaha menghapus banyak air mata milik orang lain, mengembalikan senyum mereka, terus menyemangati mereka agar tak terjatuh, membantu mereka kembali bangkit menyusun langkah, menutup masa masa kelam, melanjutkan kisah yang kuharap tak cepat menemui akhirnya. Bahagia melihatnya, ketika mereka kembali tertawa, mulai bangkit, kembali berkarya. Tak ada lagi air mata yang mengalir di pipinya. Atau gundah dalam pikirnya. Bahkan mereka mulai melampauiku perlahan-lahan. Sedang aku masih berdiri disini. Seutuhnya. Dengan tangan terbuka ketika mereka datang dengan duka, dengan senyum seramah mungkin kala mereka datang dengan keresahan. Kuberikan bahuku untuk bersandar, jangan kau simpan sedihmu dalam diam, bagilah denganku. Kubantu selama aku mampu. Hingga duka, amarah, dan resah mu hilang. Lalu terserah kau  kembali pulang atau tetap tinggal. Kebanyakan orang memilih pulang. Tak apa, aku tak keberatan. Tetapi se...

Prioritas

Kadang aku bingung apa yang membuatmu mempertahankanku. Bahkan saat aku menjadi manusia yang begitu sering menyebalkan untukmu. Aku bahkan tak menyiapkan kue ulang tahun dan kejutan romantis seperti kekasih teman-temanmu. Aku tetap sibuk bekerja. Aku juga tak bisa memenuhi semua ajakan jalan dan bermain-main seperti pola teman-temanmu. Aku tetap sibuk bekerja. Sejujurnya, aku tahu aku harus melakukan semua hal manis itu. Namun, yang tak kau tahu bagiku ada hal yang harus diperjuangkan melebihi semua itu. Maaf, untuk segala hal yang terkesan biasa saja. Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Semoga nanti kau paham dan aku paham kenapa kita masih bersama hingga nanti. —boycandra

00.03

Hari mulai malam dan nampaknya mataku tak kunjung mau menutup. Kubuka, dan kubaca catatan-catatan pendek dari cerita yang panjang. Berkesan (?) setiap cerita memiliki kesan tersendiri. Aku hanya sedang mencoba berdamai dengan masa lalu, bukan melupakan masa lalu. Apalagi membenci, membenci masa lalu hanya semakin membuatku tidak tenang. Dan ku tak ingin, air mata menjadi hujan-hujan yang kusembunyikan. Ku ikhlaskan, karena ku tak ingin pula waktu mengumpulkan luka untukku sendiri. Sekarang, sudah terlalu malam untuk disebut malam dan terlalu pagi untuk disebut pagi. Namun, mataku tak kunjung mau menutup. Kau..Iya, kau.. Berhentilah menghantuiku !!

Catatan lama ku

Tentang... Sebuah penantian yang kurahasiakan :) "Jika namamu tidak tertulis "ada" di masa depanku, setidaknya lisanmu pernah memberikan pengharapan yang membuat hati ini terus menunggu" Ku berkata "Silahkan mencintaiku. Hanya untuk saat ini cukuplah mendoakan satu sama lain agar terselamatkan dari tipu daya nafsu. Kita tidak pernah tau rencana-Nya tetapi setidaknya kita berhak unutuk saling merindukan meski terlafaz dalam diam sebab sebuah pilihan. Menjaga kalbu agar Allah tiada cemburu. Bukankah melibatkan Allah dalam rindu yang kita rasakan lebih bijaksana daripada mengabaikan-Nya dan memberhalakan nafsu ? Meski, mendamba untuk melakukan pendampingan di sisimu serupa ketidakmungkinan yang kusemogakan :')

Sisa Waktu

Masih terlalu buram. Berkabut. Membingungkan. Perlu mengerahkan tenaga lebih untuk bisa berjalan meneruskan perjalanan yang kau mulai. Semua berlalu begitu cepat, ketika aku mulai mengenalmu. Yang kurasakan memang ini masih terlalu cepat, bahkan aku belum memahami mu sepenuhnya. Masih tersimpan banyak pertanyaan dalam pikiranku. Masih banyak bagian dalam hidupmu yang tak kuketahui. Semua masih buram. Bahkan aku tak menyangka ini akan terjadi. Apa kata dunia ? Sadarkah kau kita memiliki banyak sekali perbedaan. Bahkan kita berasal dari lingkungan yang berbeda, yang tak pernah bersama, atau bahkan menyatu. Duniamu pun bukanlah duniaku. Terlalu banyak perbedaan antara kita. Terlalu banyak hingga aku pun tak dapat menyebutkannya satu persatu. Lalu bagaimana aku dapat mengenalmu ? Bagaimana kau dapat mengenalku ? Semua itu terjadi begitu saja. Entah makhluk jenis apa yang merasuki dirimu atau diriku. Semua berjalan begitu saja setelah sekian lama kita berdampingan namun tak pernah ...

Ingin Kurasakan

Aku sangat suka membayangkan menjadi matamu. Mengetahui apa saja yang ingin dan tak ingin kau lihat. Belajar bagaimana caramu memandang sesuatu. Mengetahui warna apa saja yang kau suka. Sesekali merasakan bagaimana caramu bersedih. Bagaimana caramu agar tetap terlihat kuat. Aku ingin memahami bagaimana rasanya menjadi matamu. Lalu mengerti apa yang kau rasakan saat menatapku. -BC-

Terima Kasih

Terima kasih sudah menjadi teman saling memperbaiki diri. Maaf atas kesalahan selama ini. Maaf atas sikap yang tak selalu menyenangkan. Kadang malah membuatmu merasa kecewa. Tak ada keinginan untuk menjadi yang tidak baik untukmu. Terlepas dari semua kesalahan itu, aku tetaplah seseorang yang ingin tumbuh bersama. Saling berbagi semangat. Semoga kita tetap menjaga hubungan yang hangat.