Langsung ke konten utama

Mati Rasa


Lama tak bersua,
Nampaknya hatimu sudah melupa,
Sedang rasaku masih sama

Waktu belum menghendaki kita berjumpa
Tapi jangan menyesal ya ?
Karena ku akan pergi lama

Aku hanya sedang mencoba
Seberapa besar inginmu menemui ku
Apakah masih dengan rindu yang sama ?
Atau bahkan sudah mati rasa ?

Sepertinya bertualang bersama raga ku lebih bermakna.
Menapak semua bahu jalan yang kita pijak bersama
Tempat yang sama waktu yang berbeda
Bahagia yang sama
Meski semua cerita hanya dalam kenang.

Sekarang, mengharap sapamu saja aku sungkan
Apalagi ingin bertemu
Cuih
Siapa aku ?

Diluar sana kau dan ribuan manusia lainnnya sudah bergerak
Menjalani hidup menghasilkan karya,
Aku ?
Masih terjebak argumen dengan hati dan otakku
Antara maya dan nyata, antara iya dan tidak
Tentang semua hal berbau aku, kamu, dan cerita kita.
Kali ini aku tak memaksa
Setidaknya aku sudah berusaha :)

Berkali-kali pertemuan kita,
Aku baru menyadari kebodohanku,
Tidakkah ku peka, semua jumpa hanya egoku saja ?
Kau datang karena aku memohon
Bukan karena ingin hatimu

Diam-diam kuremukkan diriku karena ekspektasi tinggi.
Hah ? melakukan hal yang sama ?
Bahkan kau tertawa lebih lebar setelah menjahit kedua bibirku.
Tersenyum pun ku tak bisa.
Apalagi membuka mulut tuk tertawa ?

Sudah
Aku tak ingin membahas apa yang telah terjadi
Toh tak ada lagi yang bisa diperbaiki
Aku sudah mati.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...

Hati dan kata

Hati, tak seorangngpun mengerti apa yang ada dalam hati orang lain, karena hati tak bisa berkata, bibir yang berkata. Namun tak semua kata yang terucap sejalan dengan hati. Hati dan perasaan tak pernah menipu, perkataanmu lah yang menipu. Kau anggap seseorang dekat denganmu, hanya karena dia banyak berbagi cerita denganmu ? tak bisa. Mungkin lebih banyak lagi cerita yang tak ia ceritakan padamu. Bisa juga kau menganggap ia biasa padahal ia bercerita padamu hal-hal yang tidak ia ceritakan pada orang lain selain dirimu. Hargailah ia. Dia yang telah melimpahkan kepercayaannya padamu seorang.

KADANG ~

Kadang, ingin engkau disini duduk menemani ceritakan kisahmu sehari Kadang, ingin ku iringi kemana engkau pergi agar ku dapat lihat senyummu berseri. Kini kusadari, engkau begitu berarti isi ruang hidupku penuh arti :)