Bagi
penduduk Indonesia, teh sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tak
lengkap rasanya jika tidak ada teh hangat untuk melengkapi menu makan siang
atau teman camilan dikala hujan. Jika kita telusuri dari masa sebelum
diproklamasikannya indonesia, nusantara memang memiliki banyak komoditi yang
berkualitas dan menjadi incaran global, termasuk teh.
Bagi Kabupaten
Karanganyar, salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mungkin tidak begitu
terkenal, komoditas teh menjadi salah satu sumber penghidupan diberbagai
sektor. Kabupaten Karanganyar terletak di Eks Karesidenan Surakarta, berbatasan dengan Kabupaten Sragen di utara, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) di timur, Kabupaten
Wonogiri di selatan,
serta Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, dan Kabupaten
Sukoharjo di barat.
Geografis Kabupaten karanganyar yang berupa dataran tinggi sangat mendukung
adanya perkebunan teh. Bukan hanya sekadar menambah value untuk pendapatan
daerah, manfaat dari sepucuh daun pohon teh ini memiliki dampak besar.
Perkebunan teh membantu penyerapan tenaga kerja, membantu menarik wisatawan
dengan agrowisata nya dan membantu pelestarian lingkungan agar tidak cepat “ditanami
beton”.
Salah satu perkebunan teh yang terkenal adalah Perkebunan Teh Kemuning. Terletak di Kecamatan Ngargoyoso. Selain itu terdapat pula perkebunan dan pertanian lainnya seperti perkebunan bawang merah, bawang putih, storoberi, dll. Meski bukan termasuk komditas utama, diakui sepucuk daun teh yang dihasilkan dari perkebunan teh telah membawa banyak pengaruh positif yang dapat dirasakan mafaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar. Terdpat beberapa tea house yang selalu ramai pengunjung di kala weekend maupun liburan, sejalan dengan antusiasme masyarakat terhadap teh-teh hasil produksi Kabupaten Karanganyar.
a cup of tea is a cup of peace


Komentar
Posting Komentar