Langsung ke konten utama

Antara Jakarta dan Surakarta



Siapa tak kenal ibukota ?
Ribuan pasang kaki melangkah menyusuri jalanannya, ribuan pasang mata berburu asa, lagi ribuan roda berputar menyesaki setiap sudut yang tersisa. 

Siapa tak kenal ibukota ? 
Ketika siang dan malam tak ada beda.Tidur bukan hal yang ia senangi.  

Siapa tak kenal Jakarta ? 
Sang poros kehidupan Zamrud Khatulistiwa. Tempat bersemayam tonggak Bhinneka.


Hanyalah fikirku saat itu, sampai ayahanda berkata

“ Merantaulah kesana nak. Agar kau tau betapa kerasnya Jakarta. Agar kau tau apa dibalik manisnya topeng dunia”



Kau tau ternyata ?

Jika Surakarta adalah pagi, maka Jakarta adalah terik matahari pukul satu.
Jika Surakarta adalah kerlip bintang malam, Jakarta adalah angin malam menusuk tulang. 
Jika Surakarta adalah berjalan, maka Jakarta memaksamu berlari. 
Jika Surakarta adalah lagu klasik, Jakarta adalah lagu Rock dengan hentakan dan kata kata kasarnya.


Jika Surakarta adalah Cinta, Jakarta adalah Ambisi.

Jika Jakarta adalah beranjak pergi, maka Surakarta adalah pulangku kembali.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...

Hati dan kata

Hati, tak seorangngpun mengerti apa yang ada dalam hati orang lain, karena hati tak bisa berkata, bibir yang berkata. Namun tak semua kata yang terucap sejalan dengan hati. Hati dan perasaan tak pernah menipu, perkataanmu lah yang menipu. Kau anggap seseorang dekat denganmu, hanya karena dia banyak berbagi cerita denganmu ? tak bisa. Mungkin lebih banyak lagi cerita yang tak ia ceritakan padamu. Bisa juga kau menganggap ia biasa padahal ia bercerita padamu hal-hal yang tidak ia ceritakan pada orang lain selain dirimu. Hargailah ia. Dia yang telah melimpahkan kepercayaannya padamu seorang.

KADANG ~

Kadang, ingin engkau disini duduk menemani ceritakan kisahmu sehari Kadang, ingin ku iringi kemana engkau pergi agar ku dapat lihat senyummu berseri. Kini kusadari, engkau begitu berarti isi ruang hidupku penuh arti :)