Kau
tahu pasti, kita hanyalah sepasang ego yang saling keras kepala. Kadang
kau --sengaja atau tidak-- telah menyakiti hatiku. Aku pun begitu,
sering abai dan melukai perasaanmu. Namun, kita masih saja bertahan.
Entah sampai kapan. Aku tidak pernah tahu ujung kisah ini bagaimana.
Hanya saja, aku tetap ingin denganmu, meski mungkin esok kita akan
bertengkar lagi sebelum saling rindu lagi. Akan saling menyakiti lagi
sebelum sadar saling menguatkan kembali.
2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...
Komentar
Posting Komentar