Bulan ini menjadi bulan sibuk banyak orang. Semakin hari semakin mendekati hari H, rapat demi rapat terus dilangsungkan. Dan lagi lagi berbicara tentang kebetulan, kita dipertemukan dalam kesibukan yang sama. Kau bukan orang yang asing, bukan saling asing, hanya saling bebas. Kau mengenalku, aku pun mengenalmu. Ya, hanya itu, atau mungkin, sekedar tau. Hampir dua tahun lamanya kita hidup berdampingan, tanpa berkaitan. Berada dalam satu dimensi, namun memiliki dunia yang berbeda. Duniamu milikmu, duniaku milikku.
Namun kali ini, mau tak mau, segan tak segan, alam dan semesta memaksa kita untuk terus berkaitan. Tak ada pikiran kau akan mengisi hidupku sedalam itu. Tak pernah terbesit dalam pikirku, untuk mengenalmu lebih dari ini, lebih dari sekadar partner kerja yang baik. Sampai hari H tiba, meski aku dan kau dituntut menghabiskan hari itu bersamamu, tak terpikir esok hari aku akan berkaitan denganmu (lagi). Seiring dengan semakin larutnya malam, selesainya rangkaian kerja kita berakhir,kupikir pertemuan kita, sampai disini. Dan esok saatnya kita kembali dalam dunia kita masing masing.
Hari berganti, waktu berjalan, kubuka laptopku tuk sekedar mengisi waktu. Berkutat dengan dunia maya, mejelajahi linimasa yang tak ada habisnya. Tiba-tiba sebuah dering terdengar pertanda seseorang telah memberiku pesan. Biasanya teman-teman atau keluargaku, namun kali ini bukan.
Hari berganti, waktu berjalan, kubuka laptopku tuk sekedar mengisi waktu. Berkutat dengan dunia maya, mejelajahi linimasa yang tak ada habisnya. Tiba-tiba sebuah dering terdengar pertanda seseorang telah memberiku pesan. Biasanya teman-teman atau keluargaku, namun kali ini bukan.
Guess who ?
Ya, itu kamu.
Sebuah pesan di siang bolong, mengubah hidupku, berbulan bulan lamanya setelah itu. Disini, cerita kita dimulai.
Jangan memulai sesuatu yang kita tidak siap menanggung resikonya. Termasuk resiko besok lusa terpaksa mati-matian berusaha melupakan sesuatu tersebut.

Komentar
Posting Komentar