Langsung ke konten utama

Bulan 1, tahun pertama


Bulan ini menjadi bulan sibuk banyak orang. Semakin hari semakin mendekati hari H, rapat demi rapat terus dilangsungkan. Dan lagi lagi berbicara tentang kebetulan, kita dipertemukan dalam kesibukan yang sama. Kau bukan orang yang asing, bukan saling asing, hanya saling bebas. Kau mengenalku, aku pun mengenalmu. Ya, hanya itu, atau mungkin, sekedar tau. Hampir dua tahun lamanya kita hidup berdampingan, tanpa berkaitan. Berada dalam satu dimensi, namun memiliki dunia yang berbeda. Duniamu milikmu, duniaku milikku. 

Namun kali ini, mau tak mau, segan tak segan, alam dan semesta memaksa kita untuk terus berkaitan. Tak ada pikiran kau akan mengisi hidupku sedalam itu. Tak pernah terbesit dalam pikirku, untuk mengenalmu lebih dari ini, lebih dari sekadar partner kerja yang baik. Sampai hari H tiba, meski aku dan kau dituntut menghabiskan hari itu bersamamu, tak terpikir esok hari aku akan berkaitan denganmu (lagi). Seiring dengan semakin larutnya malam, selesainya rangkaian kerja kita berakhir,kupikir pertemuan kita, sampai disini. Dan esok saatnya kita kembali dalam dunia kita masing masing.

Hari berganti, waktu berjalan, kubuka laptopku tuk sekedar mengisi waktu. Berkutat dengan dunia maya, mejelajahi linimasa yang  tak ada habisnya. Tiba-tiba sebuah dering terdengar pertanda seseorang telah memberiku pesan. Biasanya teman-teman atau keluargaku, namun kali ini bukan.

Guess who ?

Ya, itu kamu.

Sebuah pesan di siang bolong, mengubah hidupku, berbulan bulan lamanya setelah itu. Disini, cerita kita dimulai.



Jangan memulai sesuatu yang kita tidak siap menanggung resikonya. Termasuk resiko besok lusa terpaksa mati-matian berusaha melupakan sesuatu tersebut.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...

Hati dan kata

Hati, tak seorangngpun mengerti apa yang ada dalam hati orang lain, karena hati tak bisa berkata, bibir yang berkata. Namun tak semua kata yang terucap sejalan dengan hati. Hati dan perasaan tak pernah menipu, perkataanmu lah yang menipu. Kau anggap seseorang dekat denganmu, hanya karena dia banyak berbagi cerita denganmu ? tak bisa. Mungkin lebih banyak lagi cerita yang tak ia ceritakan padamu. Bisa juga kau menganggap ia biasa padahal ia bercerita padamu hal-hal yang tidak ia ceritakan pada orang lain selain dirimu. Hargailah ia. Dia yang telah melimpahkan kepercayaannya padamu seorang.

KADANG ~

Kadang, ingin engkau disini duduk menemani ceritakan kisahmu sehari Kadang, ingin ku iringi kemana engkau pergi agar ku dapat lihat senyummu berseri. Kini kusadari, engkau begitu berarti isi ruang hidupku penuh arti :)