Langsung ke konten utama

some words

Pagi ini aku menemukan sebuah catatan yang menarik. Ditengah jutaan aksara, kalimat-kalimat ini begitu menarik dimataku. Terlihat sangat mencolok, dan berbeda dari tulisan-tulisan (mu) lainnya.

Aku mundur
Aku mundur, maaf atas kesalahanku.
Kesalahanku mengartikan semua signal.
Aku pikir ada kerlip bintang.
Rupanya hanya satu kunang-kunang.
Aku pikir kau sudah menyerah akannya, ternyata masih memperjuangkan.
Aku pikir kau akan berlama-lama, ternyata hanya singgah.
Aku pikir Depok-Tangerang adalah rute ku, aku salah juga.
Aku pikir kau mencari kenyamanan lain dariku, nyatanya kau cuma sekadar menghilangkan jenuh. Aku pikir kau menemukan sesuatu di dalamku yang tak kau temukan darinya, aku keliru,
aku hanya membantu menyadarkanmu bahwa semua ini masih tentang dia.

- Rangga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...

Hati dan kata

Hati, tak seorangngpun mengerti apa yang ada dalam hati orang lain, karena hati tak bisa berkata, bibir yang berkata. Namun tak semua kata yang terucap sejalan dengan hati. Hati dan perasaan tak pernah menipu, perkataanmu lah yang menipu. Kau anggap seseorang dekat denganmu, hanya karena dia banyak berbagi cerita denganmu ? tak bisa. Mungkin lebih banyak lagi cerita yang tak ia ceritakan padamu. Bisa juga kau menganggap ia biasa padahal ia bercerita padamu hal-hal yang tidak ia ceritakan pada orang lain selain dirimu. Hargailah ia. Dia yang telah melimpahkan kepercayaannya padamu seorang.

KADANG ~

Kadang, ingin engkau disini duduk menemani ceritakan kisahmu sehari Kadang, ingin ku iringi kemana engkau pergi agar ku dapat lihat senyummu berseri. Kini kusadari, engkau begitu berarti isi ruang hidupku penuh arti :)