Pagi ini aku menemukan sebuah catatan yang menarik. Ditengah jutaan aksara, kalimat-kalimat ini begitu menarik dimataku. Terlihat sangat mencolok, dan berbeda dari tulisan-tulisan (mu) lainnya.
Aku mundur
Aku mundur, maaf atas kesalahanku.
Kesalahanku mengartikan semua signal.
Aku pikir ada kerlip bintang.
Rupanya hanya satu kunang-kunang.
Aku pikir kau sudah menyerah akannya, ternyata masih memperjuangkan.
Aku pikir kau akan berlama-lama, ternyata hanya singgah.
Aku pikir Depok-Tangerang adalah rute ku, aku salah juga.
Aku pikir kau mencari kenyamanan lain dariku, nyatanya kau cuma sekadar menghilangkan jenuh. Aku pikir kau menemukan sesuatu di dalamku yang tak kau temukan darinya, aku keliru,
aku hanya membantu menyadarkanmu bahwa semua ini masih tentang dia.
- Rangga
Aku mundur
Aku mundur, maaf atas kesalahanku.
Kesalahanku mengartikan semua signal.
Aku pikir ada kerlip bintang.
Rupanya hanya satu kunang-kunang.
Aku pikir kau sudah menyerah akannya, ternyata masih memperjuangkan.
Aku pikir kau akan berlama-lama, ternyata hanya singgah.
Aku pikir Depok-Tangerang adalah rute ku, aku salah juga.
Aku pikir kau mencari kenyamanan lain dariku, nyatanya kau cuma sekadar menghilangkan jenuh. Aku pikir kau menemukan sesuatu di dalamku yang tak kau temukan darinya, aku keliru,
aku hanya membantu menyadarkanmu bahwa semua ini masih tentang dia.
- Rangga
Komentar
Posting Komentar