Langsung ke konten utama

Dia Dimataku


"Sesungguhnya, meski bibirku bungkam, ragaku dipenuhi kebencian, dan hidupku ini sangatlah tidak bahagia"
Hanya  senyum, dan tawa yang terlihat. Seakan sempurna tanpa cela, bahagia tanpa lara. Memang sangat lihai ia dalam bersandiwara. Yang ku tau hanyalah hidupnya tak pernah nista. Harinya selalu kaya akan warna. Seperti menghipnotis semua mata yang menatap, telinga telinga yang mendengar suaranya tercengang. Bahkan ia yang membuat semua duka ku berubah menjadi suka. Lalu bagaikan sekuntum bunga yang mekar, wanginya membuat semua orang merasa nyaman, kemudian mulai mengulum senyum, berdecak kagum.

Namun, dibalik semua itu ? siapa yang tau ada hati yang telah terlalu sering disayat. Telinga yang kebal akan cacian dan hinaan. Mata yang bahkan enggan untuk kembali membuka karena takut akan beringasnya alam disekitarnya. Kepalanya dipenuhi tanda tanya besar akan konflik yang ia alami, ataupun tentang orang orang asing diluar sana yang berusaha menjatuhkannya. Raga yang lelah. Menebar banyak kebahagiaan, namun hanya di sia-sia kan. Terlalu banyak luka yang ia rasakan, bahkan jika sekarang kau menyakitinya, ia akan baik baik saja. Sudah mati rasa. 

Yang kaulihat hanyalah ia yang hebat, selalu menyelesaikan masalahnya dengan mudah. Tahukah kau bagaimana perasaannya, dan apa saja yang ia korbankan untuk menyelesaikan masalahnya dibelakang kalian semua ? Karena dia dimataku tak seperti yang kalian lihat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...

Hati dan kata

Hati, tak seorangngpun mengerti apa yang ada dalam hati orang lain, karena hati tak bisa berkata, bibir yang berkata. Namun tak semua kata yang terucap sejalan dengan hati. Hati dan perasaan tak pernah menipu, perkataanmu lah yang menipu. Kau anggap seseorang dekat denganmu, hanya karena dia banyak berbagi cerita denganmu ? tak bisa. Mungkin lebih banyak lagi cerita yang tak ia ceritakan padamu. Bisa juga kau menganggap ia biasa padahal ia bercerita padamu hal-hal yang tidak ia ceritakan pada orang lain selain dirimu. Hargailah ia. Dia yang telah melimpahkan kepercayaannya padamu seorang.

KADANG ~

Kadang, ingin engkau disini duduk menemani ceritakan kisahmu sehari Kadang, ingin ku iringi kemana engkau pergi agar ku dapat lihat senyummu berseri. Kini kusadari, engkau begitu berarti isi ruang hidupku penuh arti :)