"Sesungguhnya, meski bibirku bungkam, ragaku dipenuhi kebencian, dan hidupku ini sangatlah tidak bahagia"
Hanya senyum, dan tawa yang terlihat. Seakan sempurna tanpa cela, bahagia tanpa lara. Memang sangat lihai ia dalam bersandiwara. Yang ku tau hanyalah hidupnya tak pernah nista. Harinya selalu kaya akan warna. Seperti menghipnotis semua mata yang menatap, telinga telinga yang mendengar suaranya tercengang. Bahkan ia yang membuat semua duka ku berubah menjadi suka. Lalu bagaikan sekuntum bunga yang mekar, wanginya membuat semua orang merasa nyaman, kemudian mulai mengulum senyum, berdecak kagum.
Namun, dibalik semua itu ? siapa yang tau ada hati yang telah terlalu sering disayat. Telinga yang kebal akan cacian dan hinaan. Mata yang bahkan enggan untuk kembali membuka karena takut akan beringasnya alam disekitarnya. Kepalanya dipenuhi tanda tanya besar akan konflik yang ia alami, ataupun tentang orang orang asing diluar sana yang berusaha menjatuhkannya. Raga yang lelah. Menebar banyak kebahagiaan, namun hanya di sia-sia kan. Terlalu banyak luka yang ia rasakan, bahkan jika sekarang kau menyakitinya, ia akan baik baik saja. Sudah mati rasa.
Yang kaulihat hanyalah ia yang hebat, selalu menyelesaikan masalahnya dengan mudah. Tahukah kau bagaimana perasaannya, dan apa saja yang ia korbankan untuk menyelesaikan masalahnya dibelakang kalian semua ? Karena dia dimataku tak seperti yang kalian lihat.
Komentar
Posting Komentar