Langsung ke konten utama

私が会いたいです

“HEII Ai !!” Suara itu mengalahkan suara merdu sang vokalis band di tengah kebisingan konser musisi kelas dunia. Tak kusangka disaat seperti ini ku bertemu dengannya. Aku yang masih tenggelam dalam euforia tiba tiba mematung dan terhenyak. Kenapa ?? Bagaimana ?? Kaki ku tiba tiba kaku dan tak dapat melangkah. Aku terdorong oleh sorak penonton lain yang masih khusyuk menikmati musik mereka. Mataku terpaku pada satu orang.  Aku tak tahu apa yang ada dalam benaknya. Entah berapa lama aku terdiam di depannya. Seperti istana pasir di musim panas yang cerah tersibak oleh datangnya ombak lautan. HANCUR !! Seperti menonton film, seakan aku melihat diriku di masa yang telah lama usai. Masih terdiam, dan dia tersenyum kepadaku. what ?? dia ?? tersenyum kepadaku ??. Batinku berkata demikian. Masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Suara hingar bingar seakan hening dan tenang.

            *Ribuan KM dari TKP. Tepat 8 tahun lalu. Tokyo, Jepang*

            Angin berhembus semakin kuat. Mengingat ini adalah musim dingin, semua orang lebih memilih mengurung diri di rumah. Hewan hewan juga lebih memilih kembali ke sarang, menghangatkan diri. Menikmati coklat panas didepan perapian sembari bergurau dengan keluarga tercinta. Dari kaca kaca jendela, terlihat siluet wajah mereka yang tertawa riang. Berbeda dengan aku. Aku berdiri dibawah temaram lampu jalan. Mantel bulu berwarna biru kesukaanku, tak dapat menahan dinginnya angin yang berhembus semakin kencang. Aku terdiam, namun otakku tak berhenti berfikir. Sayangnya pikiran ini selalu bergejolak dengan kata hatiku. Hari itu menjadi hari yang sulit untuk ku lupakan. Hari ku memutuskan untuk menghilang.
            Hampir saja aku lupa memperkenalkan diri. Haha, itu tidak penting sebenarnya. Aku Alifia, seorang remaja yang 4 bulan lagi lulus dari Senior High School. Umurku masih 15 tahun. Terbilang sangat muda memang, namun jangan meragukan kemampuanku. Aku hidup sendiri. Orang tua ku , mereka berada di Indonesia. Karena itu, aku lebih sering menghabiskan waktu untuk belajar, dan bermain dengan teman teman. Kalian sering mendengar curhatan seorang anak SMA ? ya, tak jauh jauh dari yang namanya perasaan. Aku pun sama. Namun aku tak seperti teman teman ku yang sangat senang membicarakan hal seperti itu. Diam adalah sikap terbaik *menurutku*
            Tadi siang, tiba tiba ada yang datang ke apartemen ku.
“Ai-chaan !!! Ayo makan Ramen !!”. Ternyata teman temanku. Yuki, Miku, dan Akame . Yuki dan Miku adalah teman sekelas ku di sekolah. Sedangkan Akame-kun, dia baru menjadi temanku 5 bulan lalu. Ketika itu musim panas. Aku yang sedang duduk di samping sungai menikmati indahnya bunga sakura yang bermekaran, tiba tiba disapa olehnya. Agak aneh memang. Nampaknya ia  Akhirnya kami pun berkenalan dan menjadi teman. Setiap akhir pekan, aku mengelilingi kota Tokyo dengan dia.

“Yosshhh.. !! Ayook !!” Jawabku dengan semangat. Sketsa yang masih setengah jadi langsung kutinggalkan.
“Waaa.. Oishi.. Teryata rekomendasi Akame bagus juga ~” Kata Miku sembari mengelap noda kuah ramen di mulutnya.
“Iyaa… Besok kalo wisata kuliner ajak Akame-kun aja ~” Celetuk Yuki.
“Apa malah Akame yang masak aja ?? hahahaa” Akupun menambahi.

Begitu menyenangkan pertemuan kami. Namun, bagiku sebenarnya kesenangan tersebut adalah ketika aku bisa menatap matanya lebih lama. Melihat senyumnya merekah dan tawanya yang renyah. Itu bisa membuatku tersenyum simpul. Aku hanya mengamatinya selama ia bergurau dengan teman temanku. Itu hal yang menyenangkan. Bagiku.

            Setiap sabtu dan minggu, kami berempat bermain bersama, ya walaupun Cuma makan dan ngobrol ngalor ngidul bahas tentang sekolah yang semakin padat menjelang ujian atau tentang tren kekinian. Selama mengobrol aku lebih banyak diam dan mendengarkan , sesekali mereka sampai berantem aku hanya bisa tertawa. Sepertinya rasa itu semakin membesar setiap harinya, setiap detiknya, seperti sekarang. Pagi ini dia mengajakku untuk pergi ke sekolah bersama. Kebetulan rumahnya dekat dengan apartemenku. “Ai-chan , ayoo jangan lama lama jalannya. Nanti keburu telat~” Dia menambah kecepatannya. Aku yang tertinggal di belakang hanya bisa berkata sambil menggerutu, berusaha mengejarnya. “Akame-kun, chotto matte yoo ~~” . Pagi semakin indah saja ditambah tawanya yang renyah melihatku mengerutu sebal. Sepulang sekolah ia juga menungguku didepan gerbang sekolah. Aku dan Akame memutuskan untuk berjalan jalan dulu mengelilingi kota. Ketika matahari mulai tenggelam, kami pun pulang.  Dia melepasku dengan lambaian tangan dan senyum yang tak bisa kulupakan sepanjang malam. Namun, siapa sangka ini adalah malam indah terakhir saat ku bersamanya. Sesuatu tak terduga terjadi keesokan harinya.

            Paginya, aku berangkat sekolah, berjalan sendiri sambil berpikir. Tumen banget dia gak mampir, kenapa ya.  Sepanjang jalan ke sekolah aku pun tak bertemu dengannya. Bingung. Pelajaran terasa membosankan, aku terus memikirkannya. Ketika pulang, kusempatkan mampir ke rumahnya. Begitu terkejutnya aku. Dia sedang berpelukan dengan seorang gadis. Hmm.. sepertinya aku mengenal gadis itu. Dia adalah Miku-chan. Aaaaaa…. Bahkan aku belum sempat mengatakan perasaannya padaku. Ah sudahlah. Aku langsung berlari pulang ke apartemen, dengan air mata yang membanjiri pipiku. Malamnya Aku tak kunjung tidur meski sudah pukul 2 pagi, mataku terasa berat. Akhirnya aku ketiduran dengan mata bengkak .

            Sejak saat itu aku menjauhinya. Memilih untuk tak mengingatnya lagi. Aku memfokuskan diri ku mempersiapkan ujian akhir. Aku juga menambah kursus untuk mengisi waktu luang ku. Bahkan di akhir pekan. Kelihatannya aku memang sudah melupakannya, namun kadang aku masih mengingatnya. Hingga Malam mini, aku yang masih berdiri di bawah lampu jalan yang temaram. Aku akan bertemu dengannya, disini. Mengucapkan ucapan selamat tinggal, ucapan terakhir. Sebelum aku berangkat ke Belanda meneruskan sekolahku. Sudah 2 jam aku menunggu kedatangannya namun ia tak kunjung datang. Pukul 9 malam dan aku bisa membeku apabila terus terusan disini. Kakiku memutuskan untuk pulang, bersiap untuk perjalanan panjang esok hari.

Kembali ke awal…..

            Jangankan mengingatnya, melupakannya pun masih sangat berat jika dipikirkan. Masih dengan perasaan shock, aku akhirnya mengeluarkan kata kata “Akame-kun ?? Bagaimana bisa ??”.
“Ternyata dari dulu kesukaan kita masih sama ya Ai-chan, hahaha” Dia tersenyum simpul.
 “Maafkan aku tak bisa datang waktu itu. Adikku mengalami kecelakaan”.
Ternyata, aku telah salah menduga. “Gomenne ~ Aku tak tau tentang itu.”
“Tak apa , itu hanya cerita yang sudah usai.” Katanya.

Sepulang dari konser kami memutuskan untuk makan malam bersama. Dia bercerita tentang banyak hal. Ternyata dia baru saja diterima di sebuah peusahaan di kota ini. Ketika ia bercerita, aku hanya bisa mendengarkan dan memperhatikannya. Senang bisa melakukan hobi lama ku hahaha. Dan yang tak terduga lagi, dia mengungkapkan perasaannya padaku. Akhirnya. Seperti yang Sering kutulis dibuku ku “私が会いたいです” (Aku ingin bertemu denganmu). Kata kata itu berubah menjadi nyata.




            

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Goes On : rehat tidak membutuhkan alasan.

2 minggu lagi Bulan Desember akan berakhir. Ya, itu tandanya rangkaian peristiwa dan cerita di tahun ini juga akan berlalu begitu saja, sama seperti kisah-kisah yang sudah. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, lebih tepatnya minggu ke 14. Setelah minggu ini berakhir akan ada ujian yang menanti di depan mata. Semua terasa sangat cepat, seperti baru saja kemarin aku memulai semester 4 dengan harapan lebih akan pencapaian pencapaian dunia, dan seperti baru saja aku membuat resolusi baru untuk tahun 2020. Jangankan setahun ini, bahkan aku baru saja menyadari keberadaanku di dunia sudah mencapai seperlima abad. Falsafah lama seringkali mengibaratkan waktu memiliki 2 sisi mata pisau yang sama tajamnya. Ia bisa membawamu pada puncak kesuksesan, atau menenggelamkan dan membunuhmu secara perlahan. Waktu itu sebuah harapan, tuntutan, namun juga sebuah cobaan. Rumit memang, tapi yang kutahu pasti, kita bisa berdamai dan berkawan baik dengannya. Kembali ke semangat awal tahun ku di tah...

Hati dan kata

Hati, tak seorangngpun mengerti apa yang ada dalam hati orang lain, karena hati tak bisa berkata, bibir yang berkata. Namun tak semua kata yang terucap sejalan dengan hati. Hati dan perasaan tak pernah menipu, perkataanmu lah yang menipu. Kau anggap seseorang dekat denganmu, hanya karena dia banyak berbagi cerita denganmu ? tak bisa. Mungkin lebih banyak lagi cerita yang tak ia ceritakan padamu. Bisa juga kau menganggap ia biasa padahal ia bercerita padamu hal-hal yang tidak ia ceritakan pada orang lain selain dirimu. Hargailah ia. Dia yang telah melimpahkan kepercayaannya padamu seorang.

KADANG ~

Kadang, ingin engkau disini duduk menemani ceritakan kisahmu sehari Kadang, ingin ku iringi kemana engkau pergi agar ku dapat lihat senyummu berseri. Kini kusadari, engkau begitu berarti isi ruang hidupku penuh arti :)